Pages

Sabtu, 05 Oktober 2013

Pilihan Hanya Satu

Kita sudah sering mendengar istilah "hidup adalah pilihan" atau "sukses adalah sebuah pilihan" dan  kata kata lain seputar memilih, dipilih, dan menentukan pilihan.
Pernah nggak sih kita galau mau milih yang mana saat kedua duanya dari pilihan itu adalah hal yang sama sama kita suka? atau mungkin kita sebenernya ingin memilih yang B tapi ternyata keadaan mengharuskan kita memilih A.
Namun pilihan harus tetap dipilih. Ada yang sesuai dengan hati kita, dan tak jarang itu hanya sebuah keterpaksaan.
Jadi ingat, Bapak guru di sekolah pernah bilang :
"Hidup itu pilihan. Ada siang, ada malam. Ada hitam, ada putih. Ada PEMENANG, adapula PECUNDANG. Kita hanya boleh memilih satu pilihan, karena pemenang juga cuma satu. Mungkin kita sering mendengar juara ke dua, ketiga, dan seterusnya. Namun tetap yang menjadi pemenang adalah yang menjadi Juara Satu."

Jadi, Siapkah anda untuk memilih? dipilih? dan menentukan pilihan yang benar?
Pilihlah salah satu, apapun hasilnya, jangan menyesal. karena dengan berani memilih, kamu akan mendapatkan pelajaran.

Jumat, 04 Oktober 2013

Sampai Kapan Ku Bisa?

Haruskah aku ungkapkan
Segala rasa yang selama ini kusimpan
Semua cerita tersusun dengan rapi
Tak ada yang peduli, tak ada yang mengetahui

Kau katakan rindu 'tuk yang kesekian kali
Membuatku melayang terbang tinggi
Sulit rasanya untuk ku hindari
Karena rasa yang sama menjerit dalam hati

Tak terbilang bukan berarti tiada
Tak berkata bukan berarti tak cinta
Tetaplah menjadi penghibur dikala duka
Menjadi pelengkap indahnya tawa dikala gembira

Namun sekarang, semuanya hanya harapan
Yang mulai menghilang bersama kenangan
Tinggal sebuah pertanyaan tersisa
Sampai kapan ku bisa?

Sabtu, 14 September 2013

PROTEIN

Sebutan protein pertama tama dipakai pada tahun 1838, berasal dari kata yunani, proteios yang artinya “pertama”. Dalam kehidupan, protein mempunyai fungsi yang sangat penting. Semua enzim tumbuhan dan binatang adalah protein. Telah diidentifikasi bahwa unit protein yang terkecil adalah asam alfa amino. Sekarang terdapat 20 macam asam amino dalam protein.
Fungsi biologis protein yaitu sebagai zat pembangun, zat pengatur, zat pertahanan, dan sebagai sumber energi. Unsur utama pembentuk protein adalah C,H,O, dan N. Banyak juga protein yang mengandung unsur S, P, Fe, Mg, dll.
1.       Asam amino Asam Amino adalah suatu golongan senyawa karbon yang mengandung satu gugus karboksil (-COOH) dan satu gugus amina (-NH2). Asam Amino dibagi menjadi 2, yaitu Asam Amino Asensial dan Asam Amino non Esensial.
       Asam Amino Esensial yaitu jenis asam amino yang tidak dapat di sintesis dalam tubuh. Contoh : Valin, Leusin, Isoleusin, Treonin, Lisin, Metionin, Fenilalanin, Triptofan, Histidin, Arginin.
       Asam Amino non Esensial yaitu jenis asam amino yang dapat di sintesis didalam tubuh. Contoh : Glysin, Alanin, Asam Glutamat, Serin, Tirosin, Sistein,Prolin,Asparagin, Asam Aspartat, Glutamin.

Oleh karena mempunyai gugus asam basa, maka asam amino bersifat amfoter. Jika direaksikan dengan asam, maka asam amino akan menjadi suatu kation, sedangkan jika direaksikan dengan basa, maka akan menjadi suatu anion.

2.       Ikatan peptida
Ikatan peptida adalah ikatan amida yang dibentuk oleh gugus alfa amino dari suatu asam amino dan gugus karboksilat dari asam amino lainnya. atau ikatan peptida adalah ikatan yang menghubungkan dua molekul asam amino. Dua molekul asam amino dapat berikatan (berkondensasi) dengan melepas molekul air H2O

3.       Struktur Protein
a.       Struktur Protein Primer adalah urutan-urutan asam amino dalam rantai polipeptida yang menyusun protein
b.      Struktur  Protein Sekunder berkaitan dengan bentuk dari suatu rantai polipeptida. Berbagai bentuk struktur sekunder misalnya ialah sebagai berikut: alpha helix (α-helix), berupa rantai asam-asam amino berbentuk seperti spiral; beta-sheet (β-sheet), berupa lembaran-lembaran lebar yang tersusun dari sejumlah rantai asam amino yang saling terikat melalui ikatan hidrogen atau ikatan tiol (S-H).
c.       Struktur  Protein Tersier merupakan bentuk tiga dimensi dari suatu protein struktur tersier yang merupakan gabungan dari aneka ragam dari struktur sekunder. Struktur tersier biasanya berupa gumpalan

d.      Struktur Kuartner gabungan antar macam macam rantai, seperti pada hemoglobin.

1.       Uji Protein.
a.       Uji biuret
Uji biuret adalah uji umum untuk protein. Bertujuan untuk mengetahui ada atau tidaknya ikatan peptida dalam suatu senyawa.
Bahan dasar untuk uji umum ini menggunakan larutan CuSO4  (Tembaga II Sulfat) 1% dan NaOH 1 M
Alat dan Bahan
Alat :
            Lumpang dan Alu
            Spatula
            Tabung Reaksi
            Pipet tetes
Bahan :
            Larutan Tembaga II Sulfat (CuSO4) 1%
            Larutan Natrium Hidroksida (NaOH) 1 Molar

Langkah kerja Uji biuret

1)      Disiapkan alat dan bahan yang akan diuji
2)      Dihaluskan bahan makanan tersebut
3)      Dimasukan bahan kedalam tabung reaksi
4)      Ditetesi bahan makanan tersebut dengan larutan CuSO4 sebanyak ± 2 tetes, setelah itu tambahkan NaOH 1 M sebanyak 1 mL
5)      Diaduk menggunakan pengaduk
6)      Diamati apa yang terjadi
7)      Jika terbentuk warna ungu, maka bahan makanan tersebut mengandung protein.


b.      Uji Xantoproteat
Uji xantoprotea adalah uji terhadap protein yang mengandung gugus fenil (cincin benzena).
Alat dan Bahan
Alat :
         Lumpang dan Alu
         Spatula
         Tabung Reaksi
         Pipet tetes
         Penjepit tabung
         Kaki tiga dan kasa
         Gelas Kimia
         Pembakar spirtus
         Korek Api
                 Bahan :
         Larutan Asam Nitrat (HNO3) Pekat
         Larutan Natrium Hidroksida (NaOH ) 6 Molar

Langkah kerja uji xantoproteat
1)      Disiapkan alat dan bahan yang akan diuji
2)      Dihaluskan bahan makanan tersebut
3)      Dimasukan bahan kedalam tabung reaksi
4)      Ditetesi bahan makanan tersebut oleh  HNO3 pekat
5)      Diaduk dengan menggunakan pengaduk, lalu dipanaskan selama ± 2 menit
6)      Ditiriskan dan didinginkan kembali bahan makanan tersebut
7)      Dimasukkan NaOH 6 M tetes demi tetes hingga berlebih setelah bahan makanan dalam tabung reaksi benar benar sudah dalam keadaan dingin.
8)      Diamati apa yang terjadi.
9)      Jika terbentuk warna kuning-orange, maka jenis protein tersebut tersebut mengandung cincin benzena.


c.       Uji Belerang
Uji belarang merupakan pengujian untuk mengetahui ada tidak nya unsur belerang (Sulfur) dalam suatu senyawa protein.
Alat dan Bahan
Alat :
            Lumpang dan Alu
            Spatula
            Tabung Reaksi
            Pipet Tetes
            Penjepit Tabung
            Kaki tiga dan Kasa
            Gelas Kimia
            Pembakar Kpirtus
            Korek  Api
            Kertas Saring
Bahan :
            Larutan Asam Asetat (CH3COOH ) 3 Molar
            Larutan Natrium Hidroksida (NaOH ) 6 Molar
            Timbal II Asetat (Pb(CH3COO)2)

Langkah kerja Uji Belerang
1)      Disiapkan alat dan bahan yang akan diuji
2)      Dihaluskan bahan makanan tersebut
3)      Dimasukan bahan kedalam tabung reaksi
4)      Ditambahkan 0,5 ml NaOH 6 M (10 tetes)
5)      Diaduk menggunakan pengaduk dan dipanaskan selama ± 2 menit
6)      Ditiriskan dan didinginkan kembali bahan makanan tersebut
7)      Dimasukkan 2 ml CH3COOH 3 M setelah bahan makanan dalam tabung reaksi benar benar sudah dalam keadaan dingin.
8)      Ditutup bagian atas permukaan tabung reaksi dengan menggunakan kertas saring yang sudah dibasahi dengan  Pb(CH3COO)2.
9)      Di panaskan kembali ± 2 menit.
10)   Diamati apa yang terjadi.
11)   Jika terdapat warna hitam pada kertas saring, maka jenis protein tersebut mengandung unsur belerang (S)


Asam Amino yang mengandung cincin benzena : fenilalanin, tirosin, triptofan.
Asam Amino yang mengandung belerang : metionin dan sistein

Simpulan
1.       Suatu bahan makanan mengandung protein jika pada uji biuret / uji umum hasilnya berwarna ungu
2.       Suatu protein dikatakan mengandung gugus fenil jika pada uji xantoproteat hasilnya berwarna kuning jingga
3.       Suatu protein mengandung unsur belerang apabila terdapat warna hitam pada kertas saring yang digunakan dalam Uji belerang menggunakan timbal asetat 

Kamis, 25 Juli 2013

Sementara~

"Walau kau hanya singgah sekejap di cinta tulus ini
  Tapi sangatlah berarti jadi kenangan yang aku banggakan" -song-

Untukmu yang datang tiba-tiba
Memberiku kesan yang begitu indah
Kepergian tak pernah diinginkan
Kenangan pun sulit dilupakan

Kau buat aku jatuh cinta
Padamu! sosok yang hanya sekali kujumpa
Hanya harapan dalam untaian do'a
Semoga kelak Tuhan kan dekatkan kita.

Muisya, kesan pertama yang luar biasa.

Sabtu, 20 Juli 2013

Antara Idealis dan Realistis

Sebelum aku nulis inti dari postingann kali ini, ingin say hello duluuuu ya. Aaaaahhhh akhirnya bisa kembali blogging setelah sekian lama berkutat dengan tugas sekolah, kegiatan sekolah, kegiatan ekstrakurikuler, dan kegiatan - kegiatan lainnya yang cukup menguras tenaga. Jadi anak kelas 11 semester akhir memang penuh kesibukan, intinya harus bisa membagi waktu-_-. tapi sekarang semua itu telah terlewatkan. Sekarang statusnya udah jadi anak kelas 12. Kata orang sih kelas 12 itu masa masa peralihan menuju kedewasaan. Dimana fikirannya terbuka untuk masa depan dan cita - cita.

Ngomongin tentang cita - cita, setiap orang pasti punya cita - cita. Ngga ada yang ngga punya. Kalo menurut aku sih orang yang belum tau mau jadi apa, itu bukannya ngga punya cita - cita, tapi terlalu banyak hal yang ingin dia gapai, dan belum tau passion dia yang kuat dimana.

Tenang aja, semua orang pasti mengalami fase hidup yang seperti ini. Aku juga termasuk didalamnya. Awalnya aku bingung, sebenarnya apa yang aku inginkan? Kegiatan apa yang paling kusukai? Apa passion ku? pertanyaan pertanyaan itu yang sering membuatku galau selama kelas 11 ini. Namun Alhamdulillah, perlahan lahan aku menemukan titik terang. Jawaban itu ditemukan saat aku sudah bisa mendengar kata hati dan jujur pada diri sendiri. Bukan ingin terlihat baik oleh orang lain atau karena bidang itu salah satu bidang favorite.

Mengenali diri sendiri itu memang ngga semudah yang dibayangkan. Kebanyakan diri kita justru ngga jujur sama apa yang sebenarnya kita inginkan. Kita prefer untuk mendengarkan saran dan nasihat orang lain daripada dengerin kata hati sendiri.

Sebagai siswa SMA, diterima di Perguruan Tinggi Negeri adalah salah satu pintu untuk menggapai cita - cita. Banyak yang berjuang habis habisan untuk diterima di PTN yang sudah dicita-citakan sejak lama. Disinilah kita harus pintar memilih dan menggunakan strategi. Masuk PTN favorite di Indonesia bisa melalui berbagai cara, salah satunya SNMPTN undangan. disini kita harus jeli melihat peluang. disinilah Antara Idealis dan Realistis. Idealis dimana kita menggunakan ego dan ambisi kita untuk memilih jurusan di sebuah PTN favorite. Namun sebenarnya, kita juga harus Realistis mengenai pilihan tersebut. apakah nilai - nilai kita mencukupi passing grade PTN tersebut.

Mimpi memang harus setinggi angkasa, tanpa batasan apapun. Namun ingat, untuk menggapai mimpi tersebut, kita juga harus melihat kenyataan yang ada, karena sesungguhnya kita sedang menjalani kehidupan di dunia nyata, bukan dunia mimpi.

Jadi sekarang, mulai lah realistis dalam bermimpi. maksudnya, apabila mimpi kita itu cukup tinggi, maka kita harus belajar dan bekerja lebih keras agar mimpi tersebut sejajar dengan realita yang ada. Intinya adalah buatlah realita yang sesuai dengan mimpi kita.
Selamat bermimpi readers, dan juga selamat berusaha untuk mewujudkannya!! :)


Rabu, 03 April 2013

Gagal OSK? It's Not The End of Your Life 2


Hello :) sesuai janji sebelumnya, aku mau berbagi pengalaman tentang OSK di SMA, oke biar nyambung ceritanya, kamu bisa baca cerita sebelumnya disini Cerita SMP :)
sekarang ceritanya dilanjut yaaa, selamat membaca..

Hal seperti itu (OSK) ternyata berlanjut di SMA, Bedanya di SMA lebih banyak lagi mata pelajaran yang dilombakan, diantaranya adalah matematika, fisika, biologi, kimia, astronomi, TIK, geografi, ekonomi, dan kebumian. Dan semua siswa di sekolahku bebas memilih satu mata pelajaran yang disukai.Yaaaa karena aku merasa memiliki basic di Fisika, yaudah aku pilih fisika untuk OSK di SMA. Tapi waktu itu guru kimia-ku membujuk aku untuk join di tim olimpiade Kimia. Aku sempet bingung waktu itu, karena aku juga lumayan sangat tertarik sama pelajaran kimia. Kimia adalah mata pelajaran yang baru aku pelajari saat SMA, jadi merasa lebih tertantang untuk tau lebih jauh tentang kimia. Tapiiiii waktu itu ada sesuatu yang terjadi antara aku dengansalah satu anggota tim olimpiade kimia, ditambah banyak yang ngasih masukan ke aku untuk pilih fisika, alhasiilll aku tetep pilih fisika.

Tahun pertama di SMA, alhamdulillah aku kembali lolos seleksi tingkat sekolah untuk mewakili sekolah di ajang OSK. Cukup mendapat beban yang sangat berat waktu itu karena background juara waktu SMP. sementara materi OSK SMA dan SMP itu jauhhhhh banget! dan di tahun pertama ini aku belum berhasil :(

Dikelas 11 SMA aku kembali harus memilih mata pelajaran apa yang harus aku ikuti untuk kompetisi OSK. Waktu itu aku sedang sangat tertarik untuk mempelajari kimia. Materi kimia yang diajarkan dikelas membuat aku penasaran dan ingin mempelajari kimia lebih dalam lagi. Aku jadi pengen ikut pembinaan kimia untuk tahun ini. Tekad udah bulat untuk pindah dari fisika ke kimia. Tapi ternyata semua pembina fisika-ku ngga mengizinkan aku untuk pindah. Mereka mengancam ini-itu, dari mulai nilai turun lah, ngga ditanya lah, danlainlain. Itu semua bikin aku galau banget! Aku minta saran dan masukan ke semua orang yang aku kenal. dan pendapat mereka jumlahnya fifty-fifty. itu semua bikin aku tambah bingung.

Tapi ada temenku yang bilang "apa yang kita inginkan emang kadang ngga sesuai dengan apa yang terjadi, tapi apa salahnya memenuhi keinginan orang lain kalo semua bisa bikin keadaan lebih baik. (baca : ngga ada pertikaian atau perang dingin antara guru fisika dan kimia) hahaha. kamu bisa pilih fisika sekarang, dan kejar cita cita kamu di kimia pas kuliah, biar lebih spesifik"
Yesssss finaly, setelah galau berbulan bulan, akhirnya aku kembali memilih fisika (LAGI). :')

Karena sekarang aku udah kelas 11, ini artinya kesempatan terakhir aku untuk ikut OSK tingkat SMA. SEMANGAT!!!! kalo ngga sekarang, ya kapan lagi?? aku serius banget untuk menghadapi OSK tahun ini. Yaa aku emang punya target untuk menang. Aku sangat suka baca cerita tentang kesuksesan pelajar yang menang olimpiade, mereka jenius banget! dan aku pengen jadi salah satu diantara mereka sekarang :')
(oh iya, salah satu alesan aku tetep milih fisika adalah karena aku terinspirasi dan akan selalu menadi inspirasi oleh kakak kelasku waktu SMP. dia lolos sampe tingkat OSN and he gets silver medall :') and I know, its not easy to get that. apalagi setelah aku tau banyak banget hal hal penting yang harus dia korbankan demi mengikuti ajang ini. Amazing! :') *okesiip sesi curhat dicukupkan sekian)
Kembali ke topik

Gagal OSK? It"s Not The End of Your Life 1

OSN (Olimpiade Sains Nasional) adalah salah satu ajang bergengsi di bidang sains dan teknologi. OSN ini adalah ajang lanjutan dari OSP(olimpiade Sains Provinsi) dan OSK (Olimpiade Sains Kota). Kompetisi tahunan yang diselenggarakan oleh dinas pendidikan ini menyelenggarakan berbagai lomba mata pelajaran. Lomba yang diadakan dari mulai tingkat SD,SMP, dan SMA ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas pendidikan anak bangsa dan membantu mengembangkan talenta yang dimiliki oleh setiap anak yang memang berbakat di bidang sains dan teknologi.

Okee cukup segitu pengenalan OSK secara umum, disini aku mau cerita tentang pengalaman saya mengikuti OSK. Saya mulai berkenalan dengan OSK sejak kelas 8 SMP. Awalnya guru matematika SMP-ku bilang bahwa ada pelajaran tambahan di bidang matematika, fisika, dan biologi. Siapapun boleh ikut tambahan ini. Tapi waktu itu dikhususkan untuk 4 kelas unggulan. Karena waktu itu guru fisika SMP ku jarang masuk kelas untuk mengajar, jadi aku tertarik untuk ikut pelajaran tambahan fisika, lumayan kaaaan itung itung les gratis, hehehe. singkat cerita, aku pun mendaftarkan diri untuk ikut tambahan fisika. ternyata ada semacam pretest untuk ikut tambahan. sebagai anak kecil lugu nan polos *eaa, aku ikutin aja deh itu tes tanpa banyak pertanyaan.

Setelah di tes dan diumumkan siapa yang lolos tes, baruu deh aku tau kalo ini  tuh semacam seleksi di sekolah untuk persiapan mengikuti ajang OSK. Siswa yang lolos tes kemudian diberikan pembinaan setiap hari sepulang sekolah. Ada seleksi kedua untuk mewakili sekolah di ajang OSK. karena waktu itu setiap sekolah cuma boleh mengirimkan satu peserta.Untuk tahun ini, aku belum lolos, yang lolos adalah seniorku, ka Refaldi dari kelas bilingual.

Setahun kemudian, hal serupa terjadi, dari mulai tahap seleksi pertama, seleksi kedua, dan selanjutnya. Ditahun kedua ini alhamdulillah aku mendapat peringkat ke 2 di tingkat kota :')

Ini cerita aku waktu SMP, bagaimana di SMA? nantikan ceritanya di part selanjutnya yaaa, thanks for read my post, semoga bermanfaat :)