Pages

Sabtu, 20 Juli 2013

Antara Idealis dan Realistis

Sebelum aku nulis inti dari postingann kali ini, ingin say hello duluuuu ya. Aaaaahhhh akhirnya bisa kembali blogging setelah sekian lama berkutat dengan tugas sekolah, kegiatan sekolah, kegiatan ekstrakurikuler, dan kegiatan - kegiatan lainnya yang cukup menguras tenaga. Jadi anak kelas 11 semester akhir memang penuh kesibukan, intinya harus bisa membagi waktu-_-. tapi sekarang semua itu telah terlewatkan. Sekarang statusnya udah jadi anak kelas 12. Kata orang sih kelas 12 itu masa masa peralihan menuju kedewasaan. Dimana fikirannya terbuka untuk masa depan dan cita - cita.

Ngomongin tentang cita - cita, setiap orang pasti punya cita - cita. Ngga ada yang ngga punya. Kalo menurut aku sih orang yang belum tau mau jadi apa, itu bukannya ngga punya cita - cita, tapi terlalu banyak hal yang ingin dia gapai, dan belum tau passion dia yang kuat dimana.

Tenang aja, semua orang pasti mengalami fase hidup yang seperti ini. Aku juga termasuk didalamnya. Awalnya aku bingung, sebenarnya apa yang aku inginkan? Kegiatan apa yang paling kusukai? Apa passion ku? pertanyaan pertanyaan itu yang sering membuatku galau selama kelas 11 ini. Namun Alhamdulillah, perlahan lahan aku menemukan titik terang. Jawaban itu ditemukan saat aku sudah bisa mendengar kata hati dan jujur pada diri sendiri. Bukan ingin terlihat baik oleh orang lain atau karena bidang itu salah satu bidang favorite.

Mengenali diri sendiri itu memang ngga semudah yang dibayangkan. Kebanyakan diri kita justru ngga jujur sama apa yang sebenarnya kita inginkan. Kita prefer untuk mendengarkan saran dan nasihat orang lain daripada dengerin kata hati sendiri.

Sebagai siswa SMA, diterima di Perguruan Tinggi Negeri adalah salah satu pintu untuk menggapai cita - cita. Banyak yang berjuang habis habisan untuk diterima di PTN yang sudah dicita-citakan sejak lama. Disinilah kita harus pintar memilih dan menggunakan strategi. Masuk PTN favorite di Indonesia bisa melalui berbagai cara, salah satunya SNMPTN undangan. disini kita harus jeli melihat peluang. disinilah Antara Idealis dan Realistis. Idealis dimana kita menggunakan ego dan ambisi kita untuk memilih jurusan di sebuah PTN favorite. Namun sebenarnya, kita juga harus Realistis mengenai pilihan tersebut. apakah nilai - nilai kita mencukupi passing grade PTN tersebut.

Mimpi memang harus setinggi angkasa, tanpa batasan apapun. Namun ingat, untuk menggapai mimpi tersebut, kita juga harus melihat kenyataan yang ada, karena sesungguhnya kita sedang menjalani kehidupan di dunia nyata, bukan dunia mimpi.

Jadi sekarang, mulai lah realistis dalam bermimpi. maksudnya, apabila mimpi kita itu cukup tinggi, maka kita harus belajar dan bekerja lebih keras agar mimpi tersebut sejajar dengan realita yang ada. Intinya adalah buatlah realita yang sesuai dengan mimpi kita.
Selamat bermimpi readers, dan juga selamat berusaha untuk mewujudkannya!! :)


0 komentar:

Posting Komentar