Pages

Sabtu, 05 Oktober 2013

Mimpi~

Mimpi adalah kunci
Untuk kita menaklukan dunia
Berlarilah tanpa lelah
Sampai engkau meraihnya

Pasti udah sering denger lirik lagu diatas kan? Salah satu lagu yang diciptakan oleh group band Nidji ini kalo diresapi liriknya bagus banget.
Setiap orang pasti punya mimpi
Setiap orang pasti pernah bermimpi
Setiap orang juga pasti ingin mimpinya jadi nyata.

Mimpi sering dikaitkan dengan cita cita
Sedikit flashback, dulu waktu masih kecil sekitar umur 5 tahun, kalo ditanya "ade kalo udah besar mau jadi apa?" dengan tanpa pikir panjang, aku langsung menjawab " ade mau jadi dokter!" keinginan untuk menjadi dokter begitu menggebu saat itu. Memakai baju serba putih, memakai stetoskop,  dapat menolong orang lainsungguh terlihat keren. Malah dulu sempat berpikir kalo dokter itu adalah orang sakti, karena bisa menyembuhkan orang yang sakit. (polos banget yah? :")
Saat menginjak sekolah dasar, aku mulai sering berimajinasi. Cita citaku tak hanya ingin menjadi dokter, tapi juga ingin menjadi seorang penulis, ingin menjadi seorang insinyur (padahal saat itu aku ngga tau insinyur itu apa, ahaha), ingin menjadi guru, ingin menjadi astronot, pernah juga ingin menjadi artis dan penyiar radio, dan berbagai profesi lainnya. 
Aku ingat aku pernah mempunyai keinginan untuk memegang sebuah piala, dan suatu saat nanti piala yang aku dapatkan itu akan dipajang di Lemari Prestasi yang ada di sekolahku.Mamaku sering bilang, kalo mau jadi dokter, mau jadi anak pintar, mau dapet piala yang banyak, aku harus rajin belajar.
Disekolah, aku diajarkan berbagai mata pelajaran umum dasar, seperti matematika, IPA, IPS, Bahasa, dan lain lain.  Aku lebih menyukai yang berbau Science. Alhamdulillah aku bisa menyumbangkan prestasi lewat pelajaran yang aku sukai. Aku berhasil jadi juara 1 disebuah perlombaan yang diadakan oleh Dinas Pendidikan Kota Sukabumi.
Saat menginjak Sekolah Menengah Pertama, aku mulai menyukai hal hal yang lebih spesifik. Menurutku, aku itu orangnya cenderung ke hitungan dibanding hafalan. Saat SMP, pelajaran pavoritku adalah Fisika. banyak orang bilang kalau Fisika itu susah, nah karena hal itu aku penasaran sama fisika. Ditambah diusia pubertas ini aku mulai mengenal lawan jenis dan kebetulan aku menyukai seorang kakak kelas yang jago fisika, heheehe (sambil menyelam minum air :p)
Seperti halnya saat sekolah dasar, aku bermimpi untuk mendapatkan piala lagi di SMP. Aku ingiiiin sekali menjadi siswa yang berprestasi di sekolah. Aku berusaha untuk mewujudkan itu, aku fokus untuk mendalami mata pelajaran yang saat itu aku suka, yaitu Fisika.Alhamdulillah, aku bisa berprestasi di bidang fisika, aku berhasil menjadi juara dibeberapa kejuaraan yang diadakan di kota ku tercinta ini.

Sekolah Menengah Atas. Banyak yang bilang adalah masa paling indah dalam hidup. Tapi itu fleksibel. Karena ternyata ngga semuanya berpendapat seperti itu. Untukku, Masa SMA itu berjuta rasanya. Masa dimana aku dapat merasakan kebahagiaan, kesedihan, kekecewaan, kegembiraan, pokonya semuanya terasa campur aduk. Berbicara mengenai mimpi atau target yang ingin dicapai di SMA. Semakin bertambah umur, semakin bingung juga, sebenernya mimpiku yang sesungguhnya itu apa? Setelah lulus sekolah aku mau kuliah di bidang apa? Setelah wisuda nanti aku mau menjadi apa?

Semua siswa/siswi kelas 12 SMA pasti pernah merasakan hal seperti ini. Kata guru BK ku di sekolah, itu adalah hal wajar. Malah harus galau, itu tandanya kita peduli terhadap diri kita, terhadap masa depan kita.
Di SMA, aku banyak mendapat hal baru, salah satunya pelajaran favorit yang baru. Dulu aku suka sekali dengan pelajaran Fisika, tapi sekarang, semakin terasa jenuh. Mungkin karena udah setengah hati menyukainya. Di SMA, aku bertemu Kimia. Pelajaran yang baru aku dapatkan. Entah kenapa, aku begitu menikmati belajar kimia. Waktu terasa cepat berlalu. Aku juga senang berada di la kimia, di tempat itu imajinasiku terbang, aku bisa membayangkan suatu hari nanti aku akan sering berada di lab, aku mencampurkan zat zat kimia, aku menemukan sesuatu yang baru, zat baru, obat baru, yang nantinya dapat dimanfaatkan oleh orang lain. 

"Mimpi dan cita cita itu bukan cuma ditulis, tapi juga harus diwujudkan" -Fasal Elahi-
"Luruskan dulu niatnya, fokus satu tujuan, ambil tindakan, dan wujudkan. Hidup adalah pilihan" -Tantan Hadian-

Mimpiku saat ini adalah bisa menjadi seseorang yang dapat menginspirasi dan bermanfaat untuk orang lain dikemudian hari.
 Fakultas Farmasi UI 2014 -> Laboran -> Farmasis -> Berkeluarga -> Bermanfaat untuk orang lain.
 Bismillahirrahmaanirrahiim :)




Pilihan Hanya Satu

Kita sudah sering mendengar istilah "hidup adalah pilihan" atau "sukses adalah sebuah pilihan" dan  kata kata lain seputar memilih, dipilih, dan menentukan pilihan.
Pernah nggak sih kita galau mau milih yang mana saat kedua duanya dari pilihan itu adalah hal yang sama sama kita suka? atau mungkin kita sebenernya ingin memilih yang B tapi ternyata keadaan mengharuskan kita memilih A.
Namun pilihan harus tetap dipilih. Ada yang sesuai dengan hati kita, dan tak jarang itu hanya sebuah keterpaksaan.
Jadi ingat, Bapak guru di sekolah pernah bilang :
"Hidup itu pilihan. Ada siang, ada malam. Ada hitam, ada putih. Ada PEMENANG, adapula PECUNDANG. Kita hanya boleh memilih satu pilihan, karena pemenang juga cuma satu. Mungkin kita sering mendengar juara ke dua, ketiga, dan seterusnya. Namun tetap yang menjadi pemenang adalah yang menjadi Juara Satu."

Jadi, Siapkah anda untuk memilih? dipilih? dan menentukan pilihan yang benar?
Pilihlah salah satu, apapun hasilnya, jangan menyesal. karena dengan berani memilih, kamu akan mendapatkan pelajaran.

Jumat, 04 Oktober 2013

Sampai Kapan Ku Bisa?

Haruskah aku ungkapkan
Segala rasa yang selama ini kusimpan
Semua cerita tersusun dengan rapi
Tak ada yang peduli, tak ada yang mengetahui

Kau katakan rindu 'tuk yang kesekian kali
Membuatku melayang terbang tinggi
Sulit rasanya untuk ku hindari
Karena rasa yang sama menjerit dalam hati

Tak terbilang bukan berarti tiada
Tak berkata bukan berarti tak cinta
Tetaplah menjadi penghibur dikala duka
Menjadi pelengkap indahnya tawa dikala gembira

Namun sekarang, semuanya hanya harapan
Yang mulai menghilang bersama kenangan
Tinggal sebuah pertanyaan tersisa
Sampai kapan ku bisa?